Minggu, 10 Desember 2017

menduga duga

Jangan pergi terlalu lama, sampai nanti aku berfikir bahwa tanpa kamu, aku ternyata baik baik saja, kembali lah saat kamu masih ku butuhkan, saat hadirmu masih punya arti bagiku, saat aku belum berfikir bahwa ada orang yang lebih menginginkanku dari pada kamu,
Katakan jika kau lelah, atau kau sedang di hampiri masalah, agar caraku menyikapi tidak keliru!
Luangkan waktumu untuk sekedar berbagi resah untuk membuatku memahami kalau kau butuh sandaran! Kecuali kau mulai bosan, katakan saja! Karna menghindar bukan cara terbaik, pergi tanpa pamit itu lebih sakit. Jika datang atas dasar cinta, mungkin pergi atas dasar bosan! Ceritakan kegundahanmu, mungkin aku jauh lebih mengerti! Hati ini untuk mencintai, hanya dapat merasakan tidak dapat membaca, fikiran pun sama hanya dapat berfikir bukan untuk mendengar!
Diamu membuatku khwatir, bagaimana tidak menduga duga itu emosi jiwa yang sangat melelahkan.
kau tau? ini membuatku lelah, ini semakin membuatku tak mengerti, dan aku seperti kehilangan arah, kehilangan cara untuk terus mengerti mu, apakah kau mau jika pada akhirnya aku tak bisa lagi memahami kenyataan ini, keadaan ini sungguh membuatku terpuruk. saat ku berusaha berfikir baik tak ada satupun bayangan yang menggambarkan bahwa kenyataan ini dalam keadaan baik. coba bicara, katakan saja apa yang membuatmu diam, seolah olah ingin menghindar namun kau masih menebarkan harapan dan itu membuatku dilema. permainan macam apa ini?

Kamis, 07 Desember 2017

garis takdir

senja itu seolah menutup rapat cerita pada hari ini. terdiam seolah sendiri namun rupanya ada yang berusaha
keras mengajak ku bicara, mencari celah untuk membuka jalan cerita. aku tau kau pasti ingin menanyakan sesuatu kan, langsung saja ku buka alur cerita nya. dan dia hanya mengangguk. hmm kau temanku apa kau begitu peduli ucapku sambil tersenyum sinis. dia hanya menjwab belakangan ini kau terlihat murung, sering posting kata2 galau. aku hanya tertawa kecil namun juga tidak mengiyakan. tiba tiba hening tidak ada lagi suara. beberapa menit kemudian ada pertanyaan yang membuatku tak mengerti, pertanyaan yang seketika membutku diam. pertanyaan itu 'apakah kau menyesal?' menyesl pikirku, apa yang membuatku menyesal? tidak ada yang aku sesali' langsung saja aku jawab dengan singkat namun jelas. iyaa apa kau menyesal dengan keputusan2mu memilih sesuatu? sambungnya. keputusan keputusan apa yang harus aku sesali? jwabku tegas. dia hanya tersenyum dan menantapku. aku hanya menunduk dan masih belum mengerti apa yang sedang di bicarakan. namun rupanya dia masih ingin mencari jawabn dengan mengulang pertanyaan dengan memvlog kata MEMILIH. aku mulai faham, seketika diam sambil tersenyum. aku butuh jawaban bukan senyuman ucap nya kesal.
kau butuh jawabanku? itu tidak cukup satu hari . aku tak membutuhkan penjelasanmu aku hanya butuh jawabn. ucapnya begitu keras. TIDAK! jawbku tegas. loh knpa tidak? buknkh ini tak lebih baik untukmu? ucap nya seperti mencari jawabn lain. aku hanya ingin kamu ngerti hanya sebatas tau karna ada beberapa hal itu bagian dari privasi. jawabanku tetap TIDAK berhasil atau gagal aku bangga hidup dalam keputusanku sendiri. dia hanya tersenyum lalu pamit pulang.
sesuatu yang bukan untuk kita akan lepas dengan sendiri nya, begitupun kehendak tuhan takan pernah lari, seberapupun berjuang, sekeras apapun bertahan jika tuhan mengharuskan pergi makanakan selalu ada jalan yang di ridhoi-Nya. jangan pernah ada kata menyesal itu sesuatu yang dapat menyita waktumu untuk berfikir, yang menjadi pilihanmu adalah bagaimana cara kamu hidup dalam komitmen baru.

Jumat, 01 Desember 2017

luka


ada sesuatu yang hilang, bahkan tak hanya satu aku merasa semuanya tlah pergi, ini seperti bukan kehidupanku, kenapa aku berada disini? ko gelap, hampa, sepi dan aku merasa aku sedang tidak baik. fikiranku kacau apalagi hatiku menangis. tuhan kenapa seperti ini?? apa karna kau tau aku kuat? tidak aku tidak setegar itu. ko aku merasa air mata ini tiba2 jatuh setiap waktu tanpa aba aba, kenapa semudah itu aku bisa menangis dengan sejadi jadinya, bukankah ini pertanda bahwa aku benar benar terluka. rupanya betul aku memang sedang terluka. aku memang tidak sedang kehilangan cinta, orang yang mencintaiku dia masih ada bersamaku, terus apa yang membuatku seperti ini? aku merasa aku tidak lagi berada dalam zona nyamanku, entah cinta itu masih utuh untuku atau hanya tinggal separuh. ko berasa ada yang beda yah? seperti ada yang hilang dan aku tau sekarng sesuatu yang hilang itu adalah bernama kenyamanan. bagaimana bisa aku mengembalikan itu semua? kenapa bisa seperti ini?? bukan kah dulu ini sangat indah? duluu...?? iyaa aku tau dulu aku jahat, pergi tanpa pamit dengan menggandeng seseorang tanpa restu. dan jahat nya aku tanpa pernah mau berfikir seperti apa perasaannya padahl aku tau dia pasti benar benar hancur. tidak, aku masih punya satu sisi kebenaran, dan kau pun pasti tau Tuhan alasan mengapa aku seperti itu, iya kau pasti mengerti kan? percuma tapi semua orang menganggap ini sebagai kesalahan sehingga banyak kata buruk terucap sebagai doa. lalu apa ini yang di sebut dengan karma? ahh slama ini aku mempercai karma itu tidak ada, baik buruk nya kehidupan bukan kah merupakan kehendak-Mu? lalu apa ini suatu teguran? atau sudah menjadi hukuman? hmmm.. cubit saja aku tuhan jangan dengan cara seperti ini, ini benar benar sulit untuk di sembuhkan.
ibu, tempat kedua aku mengadu setelah-Nya, malaikat hidupku iyaa aku yakin tanpa sebuah penjelasan kau pasti merasakan kepedihanku. aku nakal ya bu, tapi aku sedang mencari kebahagiaanku sendiri, jelaskan dimana salahku. kenapa hukumannya begitu berat. slama ini aku tidak pernah bertindak semauku, semuanya sudah tertata rapi semuanya sudah melalui proses dan aku lakuin itu semua dengan hati2, dengan memikirkan setiap jengkal yang akan ku tinggalkan, dengan memikirakan konsekuensi dan pertanggung jawaban, sebelum ku melangkah bukankah pernah ku coba dua opsi yang berlawanan namun hasilnya jalan ini yang telah membawaku sampai disini, aku msih tetap salah? bukan ini sudah menjadi sekenarionya? kenapa rumit seperti ini bu, iya aku tau ko sedih dan bahagia itu saling berdampingan, saling mengisi, tapi aku rasa ini tidak seimbang, hanya beberapa detik saja kebahagiaan itu bersamaku, kesedihan tinggal untuk waktu beberapa menit. aku tidak sedang mengekuh hanya mempertanyakan saja, aku juga tidak sedang iri dengan kehidupan orang lain hanya saja kapan aku bisa seperti mereka? iyaa semua memliki beban nya masing2 aku faham ko, tapi aku rasa bnyak keberuntungan yang mereka miliki, sementara aku? ya Tuhan aku minta maaf bukan nya aku tidak mensyukuri hidupku hanya saja aku ingin keseimbangan antara sedih dan bahagia tidak ada yang terlalu cepat dan tidak ada yang tinggal terlalu lama. <br>
rasa nya semakin hari semakin berasa lelah padahal aku hanya diam dalam lamunan, rasanya ingin sekali berhenti namun tugasku belum selesai. bu ajarkan aku bagaimana cara rersenyum bahagia tanpa harus memakai topeng, ajarkan aku menjadi sabar itu harus seperti apa, jadikan aku pribadi yang kuat sepertimu, aku lelah namun aku harus bahagia untukmu. bu ko semua orang jahat yaa? baik ketika mereka butuh dan setelah itu mereka seolah olah tidak peduli, apa ini cuma perasaanku atau memang benar kenyataan nya?  aku tidak sedang menduga duga namun ini terjadi berulang ulang. <br>
saat ini tak ada harapan yang dapat ku gantungkan lagi, tak ada tujuan yang ku jadikan prioritas, saat ini aku hanya mengikuti alur yang akan membawaku pada kehidupan yang jauh lebih baik. stay strong☺